• Lorem ipsum
  • Dolor sit a met
  Masukkan nama lagu atau artis ke kotak pencarian untuk download musik yang Anda inginkan.

Kenny G Kembali Hipnotis Penggemar Di Jakarta

Di Posting di September 13, 2018 oleh Admin
86 dari 100 berdasarkan 980 peringkat pengguna

Jakarta: Pentas musik Kenny G. Mendengar nama itu sudah pasti terbersit bayang-bayang nuansa kelabu dan mewah. Benar saja, penonton berlalu lalang di The Kasablanka Hall, tampak berpakaian rapi dengan potongan rambut klimis, setelan pakaian terbaik, dan wewangian yang jarang. Untuk kesekian kali, Kenny G hadir di Indonesia, tepatnya di Jakarta, pada 6 November 2018.

Suasana itu tampak sekitar pukul 19.00 WIB sebelum penampil pembuka acara, Ardhito Pramono naik pentas.  Sekitar pukul 19.45 WIB, cukup terlambat dari jadwal yang seharusnya, Ardhito Pramono membawakan tiga lagu miliknya. 

"Sebuah kehormatan bisa menjadi penampil pembuka konser Kenny G," kata Ardhito menggunakan bahasa Inggris sebelum memulai aksinya dari atas panggung, Selasa, 6 November 2018.

Ardhito bersama jemari yang menari di atas kibor membawakan tiga lagu What Do Yo Feel About Me, Fake Optics, dan singel terbaru Bitter Love. Aksinya ditutup dengan lagu penghormatan untuk mendiang Ismail Marzuki lewat lagu Rayuan Pulau Kelapa.

Tuntas menampilkan karya musiknya dan membentuk suasana sendu, Ardhito pamit. Lima belas menit setelahnya, Kenny G dengan setelan tuksedo biru gelap tidak langsung naik pentas. Ia memberikan kejutan dari arah pintu masuk menuju panggung. 

Sepanjang perjalanan menuju panggung, ia memainkan instrumen-instrumen lagu yang terdengar jarang tetapi begitu dinikmati oleh penonton. Mereka berlomba mmengabadikan sosok saksofonis berusia 62 tahun itu ketika perlahan menuju panggung.

Belum apa-apa, Kenny G sudah langsung menghentak decak kagum. Di atas panggung, ia memainkan saksofon selama nyaris 3 menit tanpa mengambil napas baru. Tiupan panjang itu berulang kali mendapat tepuk tangan penonton.

Saksofonis bernama Kenneth Bruce Gorelick itu kemudian mempersilakan lima personel pengiring naik pentas. Seperti pada konser-konser musisi mancanegara umumnya, Kenny G berusaha menyapa penonton dengan bahasa Indonesia. Ia berusaha keras sambil terbata-bata.

"Selamat datang, terima kasih. Maaf bahasa Indonesia saya tidak bagus, obviously. Tapi, saya coba. Ini menyakitkan tapi akan saya coba," katanya.

"Saya sudah sering datang ke Jakarta. Saya sempat senang sekali. It's coming, it's coming. Berada di sini. Terima kasih atas kedatangannya. Dan sekarang saya akan memainkan, Havana."

Havanaadalah salah satu singel populer Kenny G dalam album The Moment.

Kenny G tidak bermain sendiri. Lima personelnya dipersilakan unjuk gigi di atas panggung dengan instrumen masing-masing. Ia tampak ingin berbagi panggung dengan kelima personel pengiringnya. Mungkin, ini bagian dari caranya agar penonton tidak merasa bosan.

Ia kemudian membawakan lagu Forever in Love yang di-mash up bersama lagu Sentimental.

Dalam repertoar lagu yang dibawakan, Kenny G membawakan lagu-lagu yang familiar di telinga pendengarnya. Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya kepada awak media, ia tidak ingin membawakan lagu-lagu yang asing bagi penikmat musiknya.

Dalam repertoar lagu, Kenny G membawakan lagu Home, Silhoutte, G Bop, Havana, Forever in Love, Desafinado, Pieces, Going Home, Jasmine Flowers, Moon, The Moment, Heart and Soul, Cadenza, Songbird, Titanic. Namun, ada saja kejutan yang diberikan Kenny G.

Usai setelah membawakan lagu Forever in Love,ia spontan membawakan instrumen lagu Yue Liang Dai Biao Wo De Xin.Penonton yang semuanya duduk tampak saling bertatap muka keheranan, lagu ini rupanya dimainkan oleh Kenny G.

Setelah aksi panggungnya tuntas, Kenny G memberikan satu persembahan khusus pada encore yakni Somewhere Over the Rainbow. Lagu ini sukses sebagai penutup manis aksi panggung Kenny G selama 2,5 jam bersama kelima personel. Sorot lampu yang awalnya biru keputihan berubah menjadi warna pelangi.
 

(ASA)